إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
"Sesungguhnya Allah dan malaikatNya berselawat (memberi Segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad s.a.w); Wahai orang-orang Yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta Ucapkanlah salam sejahtera Dengan penghormatan Yang sepenuhnya"
Sebagai pembuka bicara saya ingin ajukan 1 soalan, adakah anda benar2 menyintai insan yang dicintai ALLAH swt, para malaikatNYA dan sekelian alam iaitu Muhammad bin Abdullah?
Pada 20hb mac bersamaan 12 Rabiulawal kita semua akan menyambut hari kelahiran Rasulullah,akan mengingati saat lahirnya insan yang penuh dengan kerahmatan “Dan tidaklah Aku mengutus Engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat kepada semesta alam.” (QS Al Anbiyaa’). Di malaysia banyak acara2 yang diadakan untuk memperingati kelahiran Baginda, di kampung majlis2 selawat banyak dibuat. Namun yang penting bagi kita semua, adakah cara mengingati Banginda dengan cara begini bermakna cinta,kasih,rindu yang sebenarnya dalam hati tiap dari kita kepada pesuruh ALLAH itu?
Hanya anda yang tahu jawapannya,hanya anda yang tahu samada anda benar2 cintakan seseorang yang begitu menyintai umatnya,disaat rohnya ingin diangkat oleh yang Maha kuasa,difikirannya hanya memikirkan nasib umatnya disaat ketiadaannya. Disini saya lebih ingin mengingati detik2 akhir Rasulullah menghadapi sakaratulmaut bukan untuk menidakkan kebahgiaan,kegembiraan dan kerahmatan saat kelahiran Rasulullah. Namun manusia sering terlupa pesanan akhir Baginda,mungkin kalau di tanya tarikh kewafatan Rasullullah ramai yang tidak tahu,namun jika di tanya bila hari valentine day saya yakin anak2,adik2 kita yang berada di sekolah menengah atau mungkin sekolah rendah pun tahu. Adakah ini bukti cinta kita kepada Rasulullah? mungkin juga tanggal 12Rabiulawal ada umat islam tidak tahu apakah sejarah besar disebalik tarikh tersebut. Mungkin juga ada yang bertanya "kenapa esok cuti ek?" ini lah berkesannya dakyah kristian untuk menjauhkan umat islam dari agamanya dan inilah rupa umat islam sekarang.
Dibawah ni saya sertakan kisah detik akhir rasulullah menghadapi sakaratulmaut.. Baca dan hayatilah bertapa CINTA nya Rasulullah kepada kita, namun adakah kita berpegang pada 2 perkara yang Baginda tinggalkan,kitab Allah dan sunnah Rasul. Berapa ramai dari kita yang mengakui muhammad adalah nabinya, muhammad adalah insan agong dan kita adalah umatnya, tapi sebelum kita berbangga dengan umat muhammad yang mula2 akan dihisab di akhirat nanti tepuk dada tanya hati berapa banyak suruhan yang Baginda perintahnya kita laksanankan,sejauh mana larangan Baginda kita campakkan.
Detik-detik terakhir Rasullullah SAW menghadapi sakaratulmaut…
Hayatilah…
Utk Renungan Bersama.
Hayatilah…
Utk Renungan Bersama.
Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun engganmengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikankhutbah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cintakasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkarapada kalian, Al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku,bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuksyurga bersama-sama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mataRasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turunmenahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Alimenundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudahtiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabatkala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkapRasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun darimimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pastiakan menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yangberkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan danmenutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudahmembuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tuturFatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yangmenggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendakdikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialahyang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kataRasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibriltidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnyasudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghuludunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllahdengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, paramalaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menantikedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullahlega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabarini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirmankepadaku: ‘Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telahberada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruhRasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnyamenunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku,hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikatpengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggutajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, keranasakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini,timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “BadanRasulullah mulai dingin , kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkantelinganya “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku”,peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luarpintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimahmenutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya kebibir Rasulullah yang mulai kebiruan.”Ummatii, ummatii, ummatiii?” -
“Umatku, umatku, umatku” Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberisinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘alaMuhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
jika anda menitiskan air mata menghayati saat genting Rasulullah ini mungkin itu tanda nya bunga cinta anda kepada muhammad Rasulullah.
SELAMAT MENYAMBUT MAULIDUR RASUL
